Siraman, 7 Januari 2012
Acara siraman ini terdiri dari beberapa acara. Dimana acara Siraman ini merupakan simbolis untuk memberikan izin anak yang akan menikah, mendoakan, ungkapan rasa syukur, mendukung kehidupan anak serta mengingatkan anak bahwa ayah dan ibu nya lah yang telah membesarkan dan memberikan kasih sayang.
(1) Meminta izin untuk melangkah ke kehidupan rumah tangga. (2) Berdoa dalam hati. (3) Sungkem. (4) Potong tumpeng. (5) Ramainya ‘pembeli’ es Dawet. (6) Membagikan jajan pasar. (7) I love you too. (8) Disuapi es Dawet. (9) Koin pemberian Ayah & Mama hasil jualan dawet.
Pengajian, 6 Januari 2012
WOW! Rasanya sangat lama ga ‘nyentuh’ Tumblr. Baiklah kali ini gue akan berbagi cerita tentang rentetan acara Pernikahan kemarin. Ini adalah beberapa foto yang menurut gue lumayan lah setelah gue manyun. Gimana ga manyun kalau jepretnya sih udah oke pakai DSLR, tapi kok kualitas kayak pake kamera henpon VGA !@#$%^&*
Permasalahannya adalah acara sepenting ini dijadikan momen untuk belajar motret oleh adik gue yang paling kecil. Dan parahnya adalah ga ada kamera back up.
Another story, hari ini adalah hari yang paling sedih dan haru untuk gue dan orang tua. Bagaimana tidak, acara yang dibuat bukan hanya mengaji dan berdoa. Tapi juga ada anak yang akan meminta izin kepada orang tuanya, dan orang tua akan memberikan izin anaknya untuk menikah. Memang semua ‘izin’ tersebut dibaca dengan teks. Tapi saat membacanya seperti tulisan-tulisan itu tahu betul apa yang selama ini anak (gue) ingin sampaikan. Beribu-ribu kesalahan yang sudah gue perbuat dan kali ini akhirnya bisa juga terucap oleh mulut gue untuk meminta maaf. Belum selesai, meminta izin untuk menikah itu rasanya berat sekali. Rasanya sebagai anak belum bisa memberikan apa-apa dan hanya bisa terus meminta (doa).
Terima kasih Ayah dan Mama. I love You :’)
(1) Me, the bride. (2) The fairies, Fayka & Keyla. (3&4) Memohon maaf dan meminta ijin untuk menikah. (5) The Sisters. LOL!
H- 115
In the rest of 115 days to my Wedding masih banyak yang harus dikerjain. Kadang pusing juga kalau mikirin printilan yang belum beres-beres. Mau ga dipikirin tapi mana mungkin. Mau bodo amat tapi kan acara gue juga ya. Haha.
Setelah sekian lama gue urus lewat tangan adek gue dan nyokap akhirnya minggu kemarin gue mampir ke WO pertama kalinya. Bride-to-be macam apa gue setelah 5 bulan deal sama WO-nya tapi baru mampir. Sopo iki sing mau dadi manten? *toyor kepala sendiri*
Dan besok baru akan konsultasi kedua sama tukang rias. Hmm semoga segala rencana berjalan lancar tanpa hambatan. Amiin.
Kebaya Prewedding
Sekarang gue akan menceritakan si kebaya cokelat beserta buntut hebohnya. Awalnya ga niat untuk menjahit bahan cokelat ini sebagai kebaya, apalagi buat prewedding. Karena menurut gue. kurang cocok warna cokelat di kulit gue yang nantinya malah bikin pucat. Tapi setelah tanya sama penjahitnya katanya bagus kalau dipadu warna kuning, yasudah gue percaya. Untuk pemilihan model kebaya gue termasuk orang yang ribet. Ga mau yang modelnya standar tapi juga ga mau terlalu heboh. Tapi ya nyatanya kebayanya jadi heboh juga sih *ketok*.
Prewedding Story
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Senang, karena akhirnya segala kekhawatiran selesai. Kekhawatiran salah perkiraan waktu ditengah kesibukan masing-masing. Walaupun masih 6 bulan lagi, ada baiknya mencicil satu-satu.












